Live in Dakwah MoeToe

Live in Dakwah MoeToe

Kotagede, sebuah kota kecil yang menyimpan banyak sejarah di masa lalu tentang kerajaan Mataram. Kota ini merupakan suatu wilayah kecamatan yang berada di pojok tenggara Kota Yogyakarta yang berbatasan dengan Kabupaten Bantul. Kini, Kotagede selain dikenal sebagai daerah pengrajin perak juga lebih dikenal sebagai kota santri karena dari Kotagede ini lahirlah buku iqro’ yang dirintis oleh Bapak H. As’ad Humam.

Menelusuri Kotagede, jejak langkah kita akan dibawa menuju suatu wilayah yang terdiri dari kampung-kampung dengan ciri khas tertentu. Uniknya, masing-masing kampung memiliki pengajian anak-anak yang telah terbina sejak lama dan turun temurun hingga kini. Pengajian anak-anak merupakan tempat berkumpulnya anak-anak di sekitar kampung itu, tempat mengaji, bermain, bernyanyi hingga bersosialisasi. Di Bulan Romadhon, keberadaan pengajian anak-anak semakin ramai dengan diselenggarakannya ta’jilan (buka bersama), sholat taraweh, tadarus, dan isian anak-anak.

SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta sebagai lembaga pendidikan Muhammadiyah yang berada di wilayah Kotagede, merasa terpanggil untuk membantu mensyiarkan dakwah Islam. Ide gagasan muncul untuk merealisasikan panggilan dakwah tersebut. Sejumlah 177 siswa kelas IX dibagi menjadi 32 kelompok, disebar untuk membantu kegiatan masjid dan pengajian anak-anak di Kotagede dan sekitarnya selama 3 hari. Program perdana ini tetap dilaksanakan oleh SMP Muhammadiyah 7 walaupun masih dirasa belum matang. “Wah, kendhel banget?”, begitulah pertanyaan banyak orang dalam bahasa keseharian kami saat ide baru ini muncul. Namun, kami tidak patah semangat untuk merealisasikan ide ini. Untuk itu, kami bekerjasama dengan FOKOPA (Forum Komunikasi Pengajian Anak-anak Kotagede) dan AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) Kotagede yang telah rutin menyelenggarakan safari ramadhan agar ide dan harapan tersebut terwujud. Dengan bergandengan tangan dan mengucapkan “bismillaahirrohmaanirrohiim” ide tersebut kami laksanakan dalam suatu kepanitiaan bersama.

Program Live in Dakwah, begitulah kami menyebutnya, merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh wakaur KIM (Kehidupan Islamy dan ke-Muhammadiyahan) SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta. Program ini dilaksanakan dalam bentuk kegiatan praktek dakwah lapangan, dengan membantu segala kegiatan di masjid ataupun di pengajian anak-anak. Mulai dari membantu kegiatan ta’jilan (buka bersama) hingga mengisi tarwehan anak-anak. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa-siswi SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta agar memiliki jiwa dakwah dan jiwa sosial yang tinggi dengan cara mengenalkan dinamika kehidupan sosial dan keagamaan di masyarakat secara langsung. Melalui program ini pula, siswa-siswi dapat melatih ketrampilan dirinya dalam bersosialisasi serta mengembangkan diri.

Banyak siswa tertantang dengan kegiatan ini, mereka menyiapkan dirinya agar mampu menunjukkan keunggulan diri mereka sebagai siswa SMP Muhammadiyah 7. Tidak melulu berupa materi agama (hafalan surat-surat pendek, doa sehari-hari, ataupun kultum), berbagai permainan, cerita ataupun dongeng, tepuk-tepuk islam, puji-pujian (lagu-lagu Islam untuk memuji kebesaran Allah SWT) juga disiapkan. Awalnya mereka merasa sebagai orang asing dan segan untuk berbaur dengan pengasuh maupun adik-adik di pengajian, diantara mereka juga banyak yang takut ketika harus mengisi acara di depan. Rasa takut, grogi, dan malu yang bercampur menjadi satu itu akhirnya terkalahkan dengan suatu kepercayaan diri yang mereka tumbuhkan dari diri mereka sendiri bahwa mereka sebenarnya bisa dan mampu. Sampai-sampai, tiga hari kegiatan berlangsung terlewat begitu cepat dan mereka tak ingin mengakhiri kegiatan ini. Ketagihan, ingin berbaur kembali dengan anggota pengajian, itulah yang mereka rasakan saat ini.

live in dahwah "pengajian al-huda mustaqim kotagede"

live in dahwah

live in dahwah "pengajian ad durunnafis kotagede"

live in dahwah

Pengalaman yang luar biasa, tambah teman, dan tambah ilmu, begitulah kesan yang diberikan oleh sebagian besar siswa. Mereka dapat merasakan betapa susahnya menjadi seorang guru meskipun mereka hanya menjadi pengasuh di hadapan adik-adik pengajian selama tiga hari. Susah, capek, rasa ingin marah mereka rasakan ketika adik-adik di pengajian banyak yang bicara sendiri. Rasa tersebut pun tertutupi dengan melihat kelucuan dan keluguan adik-adik pengajian. Banyak hikmah yang bisa mereka petik, antara lain kini mereka lebih mampu menghargai orang lain, lebih sabar, lebih percaya diri untuk tampil di depan, dan bisa melatih diri sebagai pemimpin.

Alhamdulillaah, kegiatan live in dakwah dapat terselenggara dengan baik. Kegiatan ini diakhiri dengan silaturahmi pengasuh pengajian yang telah menerima kegiatan ini di Aula SMP Muhammadiyah 7. Kritik dan saran tentu tidak lepas dari penyelenggaraan kegiatan ini. Justru dengan kritik dan saran itulah kami dapat memperbaiki program ini untuk masa yang akan datang. Semoga SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta selalu menjadi lembaga yang peduli kepada bidang sosial keagamaan dan penyiapan kader bangsa yang berkualitas. Insya Allah, Amin. (*.Fakhri Inayati)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: