Pasukan SMP Moe Toe Menyambut Tim Penilai LOMBA SEKOLAH SEHAT (LSS) PROPINSI DIY

Pasukan SMP Moe Toe Menyambut Tim Penilai

LOMBA SEKOLAH SEHAT (LSS) PROPINSI DIY

Kotagede – SMP Muhammadiyah 7 akhirnya mewakili Kotamadya Yogyakarta untuk mengikuti Lomba Sekolah Sehat tingkat Propinsi DIY Sabtu 25/11/08. Sebanyak 10 dewan Juri yang dipimpin oleh Ir. Reni Anggraini bersama Dinas Pendidikan, PKK, Dinas Kesehatan dan Kanwil Depag DIY. Kedatangan tim penilai ini disambut oleh pasukan Sego Segawe SMP MoeToe yang diiringi oleh marching band. Sampai di gerbang sekolah langsung disuguhi atraksi Tapak Suci (TS) Putra Muhammadiyah, senam, dilanjutkan dengan basket dan sepak bola. Tak ketinggalan kelompok karawitan menyambut dengan alunan gending Jawa. Sebelum tim juri melakukan penilaian, pihak sekolah melakukan ramah tamah terlebih dahulu dengan menyuguhi musik organ yang dimainkan oleh 2 siswa kelas delapan (VIII) yang baru saja memenangkan juara 3 lomba lagu Islami.

Menurut Bu Nilatri selaku Waka Kesiswaan mengatakan lomba Sekolah Sehat ini lebih menekankan untuk menanamkan kepada siswa agar cinta kebersihan, baik terhadap diri sendiri maupun lingkungan. Sedangkan unsur lingkungan sekolah yang sehat mencakup Toga (Tanaman obat), Perikanan dan peternakan. Sekolah telah mengusahakan hal tersebut.

Hasil penilaian dari tim juri bahwa SMP MoeToe sangat memperhatikan kesehatan siswa dengan adanya dokter jaga selama 2 kali tiap minggunya yaitu dokter umum dan dokter gigi. Selain itu sekolah sudah mampu mengolah sampah organik. Himbauannya yaitu sekolah agar mampu mengolah sampah non organik. Sedangkan mengenai administrasi agar kegiatan PMR didokumentasikan sendiri.(maya)

Lomba UKS : Usaha Peduli Lingkungan Sekolah

Kotagede. Pagi itu udara cerah mengiringi langkah 10 orang Dewan Juri menuju ruang guru SMP Muhammadiyah 7 (MoeToe) Yogyakarta rabu 10 September 2008. Mereka disambut oleh KepSek MoeToe beserta jajarannya dalam rangka penilaian lomba UKS tingkat Kota Yogyakarta. Sepuluh orang tersebut berasal dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, PKK Kota Yogyakarta, PMR Cabang Kota.

SMP MoeToe mengikuti lomba UKS ini sebagai perwakilan dari kecamatan Kotagede. Yang sebelumnya pada tahun 2001 telah mendapat predikat juara 2 tingkat nasional. Pada kesempatan itu setelah acara penyambutan dan ramah tamah para dewan juri langsung meninjau ruangan yang ada, terutama ruang UKS yang dekat dengan kantor BK.

Bu Bambang dewan juri dari PMR Kota mengatakan bahwa kondisi MoeToe sekarang mengalami peningkatan dari kondisi sebelumnya terutama dari segi kebersihannya. Ruang UKS harus diletakan ditempat yang strategis, perlu ada tambahan pohon rindang, tanaman toga serta administrasi UKS perlu dilengkapi meskipun sudah mencukupi.

Dengan komentar baik yang diberikan oleh tim Dewan Juri lomba UKS, SMP MoeToe yakin akan bisa lolos untuk bisa mengikuti lomba UKS tingkat selanjutnya. Semoga MoeToe semakin jaya!(titi)

Live in Dakwah MoeToe

Live in Dakwah MoeToe

Kotagede, sebuah kota kecil yang menyimpan banyak sejarah di masa lalu tentang kerajaan Mataram. Kota ini merupakan suatu wilayah kecamatan yang berada di pojok tenggara Kota Yogyakarta yang berbatasan dengan Kabupaten Bantul. Kini, Kotagede selain dikenal sebagai daerah pengrajin perak juga lebih dikenal sebagai kota santri karena dari Kotagede ini lahirlah buku iqro’ yang dirintis oleh Bapak H. As’ad Humam.

Menelusuri Kotagede, jejak langkah kita akan dibawa menuju suatu wilayah yang terdiri dari kampung-kampung dengan ciri khas tertentu. Uniknya, masing-masing kampung memiliki pengajian anak-anak yang telah terbina sejak lama dan turun temurun hingga kini. Pengajian anak-anak merupakan tempat berkumpulnya anak-anak di sekitar kampung itu, tempat mengaji, bermain, bernyanyi hingga bersosialisasi. Di Bulan Romadhon, keberadaan pengajian anak-anak semakin ramai dengan diselenggarakannya ta’jilan (buka bersama), sholat taraweh, tadarus, dan isian anak-anak.

SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta sebagai lembaga pendidikan Muhammadiyah yang berada di wilayah Kotagede, merasa terpanggil untuk membantu mensyiarkan dakwah Islam. Ide gagasan muncul untuk merealisasikan panggilan dakwah tersebut. Sejumlah 177 siswa kelas IX dibagi menjadi 32 kelompok, disebar untuk membantu kegiatan masjid dan pengajian anak-anak di Kotagede dan sekitarnya selama 3 hari. Program perdana ini tetap dilaksanakan oleh SMP Muhammadiyah 7 walaupun masih dirasa belum matang. “Wah, kendhel banget?”, begitulah pertanyaan banyak orang dalam bahasa keseharian kami saat ide baru ini muncul. Namun, kami tidak patah semangat untuk merealisasikan ide ini. Untuk itu, kami bekerjasama dengan FOKOPA (Forum Komunikasi Pengajian Anak-anak Kotagede) dan AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) Kotagede yang telah rutin menyelenggarakan safari ramadhan agar ide dan harapan tersebut terwujud. Dengan bergandengan tangan dan mengucapkan “bismillaahirrohmaanirrohiim” ide tersebut kami laksanakan dalam suatu kepanitiaan bersama.

Program Live in Dakwah, begitulah kami menyebutnya, merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh wakaur KIM (Kehidupan Islamy dan ke-Muhammadiyahan) SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta. Program ini dilaksanakan dalam bentuk kegiatan praktek dakwah lapangan, dengan membantu segala kegiatan di masjid ataupun di pengajian anak-anak. Mulai dari membantu kegiatan ta’jilan (buka bersama) hingga mengisi tarwehan anak-anak. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa-siswi SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta agar memiliki jiwa dakwah dan jiwa sosial yang tinggi dengan cara mengenalkan dinamika kehidupan sosial dan keagamaan di masyarakat secara langsung. Melalui program ini pula, siswa-siswi dapat melatih ketrampilan dirinya dalam bersosialisasi serta mengembangkan diri.

Banyak siswa tertantang dengan kegiatan ini, mereka menyiapkan dirinya agar mampu menunjukkan keunggulan diri mereka sebagai siswa SMP Muhammadiyah 7. Tidak melulu berupa materi agama (hafalan surat-surat pendek, doa sehari-hari, ataupun kultum), berbagai permainan, cerita ataupun dongeng, tepuk-tepuk islam, puji-pujian (lagu-lagu Islam untuk memuji kebesaran Allah SWT) juga disiapkan. Awalnya mereka merasa sebagai orang asing dan segan untuk berbaur dengan pengasuh maupun adik-adik di pengajian, diantara mereka juga banyak yang takut ketika harus mengisi acara di depan. Rasa takut, grogi, dan malu yang bercampur menjadi satu itu akhirnya terkalahkan dengan suatu kepercayaan diri yang mereka tumbuhkan dari diri mereka sendiri bahwa mereka sebenarnya bisa dan mampu. Sampai-sampai, tiga hari kegiatan berlangsung terlewat begitu cepat dan mereka tak ingin mengakhiri kegiatan ini. Ketagihan, ingin berbaur kembali dengan anggota pengajian, itulah yang mereka rasakan saat ini.

live in dahwah "pengajian al-huda mustaqim kotagede"

live in dahwah

live in dahwah "pengajian ad durunnafis kotagede"

live in dahwah

Pengalaman yang luar biasa, tambah teman, dan tambah ilmu, begitulah kesan yang diberikan oleh sebagian besar siswa. Mereka dapat merasakan betapa susahnya menjadi seorang guru meskipun mereka hanya menjadi pengasuh di hadapan adik-adik pengajian selama tiga hari. Susah, capek, rasa ingin marah mereka rasakan ketika adik-adik di pengajian banyak yang bicara sendiri. Rasa tersebut pun tertutupi dengan melihat kelucuan dan keluguan adik-adik pengajian. Banyak hikmah yang bisa mereka petik, antara lain kini mereka lebih mampu menghargai orang lain, lebih sabar, lebih percaya diri untuk tampil di depan, dan bisa melatih diri sebagai pemimpin.

Alhamdulillaah, kegiatan live in dakwah dapat terselenggara dengan baik. Kegiatan ini diakhiri dengan silaturahmi pengasuh pengajian yang telah menerima kegiatan ini di Aula SMP Muhammadiyah 7. Kritik dan saran tentu tidak lepas dari penyelenggaraan kegiatan ini. Justru dengan kritik dan saran itulah kami dapat memperbaiki program ini untuk masa yang akan datang. Semoga SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta selalu menjadi lembaga yang peduli kepada bidang sosial keagamaan dan penyiapan kader bangsa yang berkualitas. Insya Allah, Amin. (*.Fakhri Inayati)

Ramadhan di SMP MoeToe

Kegiatan Ramadhan di SMP MoeToe

Yogya-Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap Ramadhan datang SMP Muhammadiyah 7 (MoeToe) Yogyakarta mengadakan serangkaian kegiatan selama bulan Ramadhan baik di dalam maupun diluar lingkungan sekolah.

Pada tahun 2008 (1429 H) ini Khusus untuk siswa kelas 9 di adakan kegiatan Live in. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 4-21 September dan bekerjasama sama dengan FOKOPA( Forum Komunikasi Pengajian Anak-Anak Sekotagede). Tujuannya yaitu agar para siswa bisa aktif berperan di masyarakat. Kegiatan ini dimulai menjelang berbuka sampai selesai tarawih di Masjid-Masjid sekitar Kotagede.

Sedangkan untuk kelas 8 yaitu pesantren kilat disekolah dengan muatan materi tentang ibadah dan tata cara perawatan Jenazah, mulai dari memandikan ,mengkafani sampai menyolatkan. Hal ini dilatarbelakangi oleh seringnya para siswa yang di ajak takziah jika ada yang meninggal. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua gelombang, untuk para siswi tanggal 13-14 dan para siswa tanggal 23-24 September.

perawatan jenazah

perawatan jenazah

tadarus bersama

tadarus bersama

Berbeda dengan kelas 7, yaitu pengajian, buka puasa dan sholat trawih bersama. Kegiatan ini akan diadakan pada Senin, 20 September 2008 di Hall SMP MoeToe.

Dengan diadakannya serangkaian kegiatan ini harapannya adalah agar para siswa bisa mengambil teladan di bulan Ramadhan ini dan bisa menjadi Insan Kamil. Amien (tt)

SMP MOETOE ADAKAN WORKSHOP PTK

peserta workshop PTK Moetoe

peserta workshop PTK Moetoe

Pada kesempatan tersebut, Bu Nilawati Isdwiantari, S.Pd selaku Kepala Sekolah memberikan sambutan, “ Kami berani meliburkan KBM demi terselenggaranya workshop ini karena bukan hanya siswa yang ingin maju tapi guru-guru moetoe juga ingin meningkatkan kualitas, jadi harapannya workshop ini akan memberikan banyak manfaat bukan hanya guru tapi siswa juga”.
Bu Ari begitu panggilan akrab pembicara mengatakan bahwa tujuan dari PTK ini adalah untuk meninjau kembali KBM yang telah dilakukan oleh guru terhadap para siswa. Pada intinya PTK ini adalah siswa yang aktif dan guru hanya sebagai fasilitator sehingga diperoleh kemantapan pelaksanaan sebuah metode. PTK ini juga sebagai salah satu media untuk mengembangkan profesi guru, imbuhnya (tt).

Hizbul Wathan SMP MOETOE Ujian P3K

Hizbul Wathan SMP MOETOE Ujian P3K

Yogya-Kegiatan Extrakurikuler kepanduan Hizbul Wathan SMP Muhammadiyah 7 (MOETOE) mengadakan Ujian P3K yang sekaligus dilombakan pada hari ini , selasa (23 /08/08). Kepanduan Hizbul Wathan merupakan kegiatan ekstra wajib yang harus diikuti oleh seluruh siswa kelas 7 sampai kelas 9 SMP  MOETOE.
Tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk melatih kemandirian, kerjasama tim, tanggap terhadap masalah serta agar siswa mengetahui dan memahami pertolongan pertama pada situasi apapun. Ujian P3K ini khusus untuk kelas 9 yang berjumlah 177 siswa dan siswi. Ada delapan pos materi yang diujikan yaitu: Pos karantina, lorong sempit, lompat pagar, naik tangga, turun tangga, gorong-gorong, Ambulan dan Rumah Sakit. Siswa tampak antusias dalam mengikuti kegiatan ini karena mereka harus melakukan yang terbaik sehingga bisa mengumpulkan nilai sebanyak-banyaknya dan menjadi juara.
Kegiatan ini bekerjasama dengan RS PKU Muhammadiyah Kotakege. Selain para pembina Hizbul Wathan sebagai penguji hadir juga para alumni sekolah MuTu. Hal ini juga digunakan sebagai ajang memperkuat tali silaturahmi antar alumni, guru dan siswa SMP Muhammadiyah 7.(titi romayanti)

buku tamu

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.